Beranda > Uncategorized > Kebudayaan Asli Indonesia : Wayang Kulit

Kebudayaan Asli Indonesia : Wayang Kulit

KEBUDAYAAN ASLI INDONESIA

Indonesia mempunyai tari1banyak warisan nenek moyang berupa budaya-budaya yang lahir di Indonesia. Kebudayaan milik Indonesia berbagai ragam bentuk dan warnanya, tapi pada dasarnya budaya yang ada di Indonesia kebanyakan terpengaruh oleh kebudayaan besar dari Negara-negara pedagang yang tempo dulu mendominasi nusantara. Contohnya kebudayaan Tionghoa, kebudayaan China, kebudayaan Arab, dan kebudayaan India.

Banyak orang yang berfikir bahwa, apakah menyontek dan korupsi adalah budaya asli Indonesia?😀 Banyak para penjabat yang berpenghasilan tinggi namun tetap melakukan korupsi. Jika cabinet baru yang telah dipilih oleh president kita tetap melakukan hal ini, percayalah ! 10 tahun mendatang, Indonesia akan terkenal dengan budayanya yang bernama korupsi.😀

Sebelum kita masuk lebih jauh lagi, kita harus tahu definisi dari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia diartikan sebagai seluruh kegiatan/budaya yang telah tercipta dari nenek moyang sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia ini terbentuk, yang artinya sebelum revormasi.

Kebudayaan Indonesia berasal dari berbagai macam daerah, suku, agama, dan lain-lain. Indonesia adalah salah satu Negara berkebudayaan terbanyak di dunia. Baru-baru ini, kebudayaan kita Batik telah masuk daftar penghargaan UNESCO sebagai salah satu harta di dunia😀 . Saya sangat menyukai batik, bahkan saya mendukung memperjuangkan batik untuk bisa dipakai sebagai pakaian sehari hari dan bisa dipakai oleh kalangan mana saja😀. Berikut ini kita bersama-sama akan mencoba mempelajari sejarah salah satu kebudayaan asli Indonesia.

WAYANG KULIT

Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, wayang kulit banyak berkembang di pulau Jawa bagian timur.

Asal-usul Wayang Kulit di Indonesia hingga kini masih diperdebatkan oleh para ahli dan masih belum ada kesepakatan apakah Wayang Kulit memang asli Indonesia, dari India ataupun dari negara lain. Di lingkungan budaya Bali, pertunjukan Wayang Kulit diperkirakan sudah ada sejak sekitar abad ke IX. Dalam prasasti Bebetin yang berangka tahun Çaka 818 ( 896 M), dari zaman pemerintahan raja Ugrasena di Bali, ditemukan sejumlah istilah seni pertunjukan yang diyakini berarti wayang atau pertunjukan wayang.

Sejak masa lampau pertunjukan Wayang Kulit menjadi salah satu media pendidikan informal bagi warga masyarakat. Betapa tidak, pertunjukan Wayang Kulit yang memadukan berbagai unsur seni rupa, sastra, gerak dan suara, dalam pementasannya tidak saja menampilkan lakon-lakon literer yang diambil dari karya-karya sastra klasik terutama Mahabrata dan Ramayana, kesenian ini juga menyajikan petuah-petuah mengenai nilai-nilai moral, spiritual dan sosial sehingga masyarakat yang buta huruf akan memperoleh ajaran-ajaran tatwa, yadnya, etika dan lain-lain. Oleh masyarakat penonton semuanya ini dijadikan pedoman dan tuntunan bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Walaupun sekarang para generasi muda kurang memperhatikan kebudayawayang-kulit1an ini, tapi, masyarakat setempat masih setia untuk menyempatkan dirinya terhibur oleh budaya ini. Budaya modern sangat berpengaruh untuk menghilangkan budaya-budaya di Indonesia secara cepat. Karena semuanya tergantung oleh para jiwa muda mengembangkannya. Saya pun yang menulis sebenarnya merasa bertanggung jawab jika salah satu budaya Indonesia menghilang, tapi saya tidak pernah mendukung adanya budaya asli Indonesia di diri saya sendiri😀 . Hehehe

Oke lanjut..

Wayang kulit bias dimainkan dengan banyak pemain, dan ada seorang dalang/narrator yang akan menjalankan alur cerita pertunjukan wayang kulit tersebut. dengan diiringi oleh music gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden.

Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.

Jenis jenis wayang kulit berdasarkan Daerah :

  • Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta
  • Wayang Kulit Gagrag Surakarta
  • Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
  • Wayang Bali
  • Wayang kulit Banjar Kal-sel
  • Wayang Palembang (Sumatera Selatan)
  • Wayang Betawi (Jakarta)
  • Wayang Cirebon (Jawa Barat)
  • Wayang Madura (sudah punah)
  • Wayang Siam

Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga Masterpiece of Oral and Intangible Herritage of Humanity. Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat. Mantap😀

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: