Beranda > Mata Kuliah > PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

DEFINISI, CIRI-CIRI PARAGRAF DEDUKTIF, DAN CONTOH PENALARAN

Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal.

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

Penarikkan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogisme. Silogisme ini dibagi menjadi 2 premis, yaitu

  1. premis mayor ( My )
  2. dan, premis minor ( Mn )

Apabila kedua premis yang mendukungnya benar maka dapat dipastikan bahwa kesimpulan yang ditariknya juga adalah benar. Mungkin saja kesimpulannya itu salah, meskipun kedua kedua premisnya benar, sekiranya cara penarikkan kesimpulannya tidak sah.

Dengan demikian maka ketepatan penarkkan kesimpulan tergantung dari tiga hal yaitu:

  1. kebenaran premis mayor  (My)
  2. kebenaran premis minor, dan  (Mn)
  3. keabsahan penarikan kesimpulan. (K)

Ciri-ciri paragraph deduktif adalah:

  1. kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
  3. Kebenarannya jelas dan nyata

Contoh Penalaran Paragraf Deduktif:

                Tahun lalu SD Muhammadiyah hanya mendapatkan sebelas siswa, dan tahun ini Pak Harfan pesimis dapat memenuhi target sepuluh. Maka diam-diam beliau  telah mempersiapkan sebuah pidato pembubaran sekolah di depan para orangtua murid pada kesempatan pagi ini. Kenyataan bahwa beliau hanya memerlukan satu siswa lagi untuk memenuhi target itu menyebabkan pidato ini akan menjadi sesuatu yang menyakitkan hati. (sumber Contoh : Novel Laskar Pelangi)

http://www.gunadarma.ac.id/

Fahmi Raditio

16209133

  1. April 8, 2012 pukul 1:07 pm

    Fahmi, tugas 1 membahas tentang pernalaran deduktif bukan paragraf deduktif. Pembahasannya berbeda.

    • Mei 2, 2012 pukul 4:23 pm

      judulnya sudah saya ganti bu, tapi saya kurang paham dengan penalarannya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: