Beranda > Mata Kuliah, Musik & Film > Manajemen Suatu Grub Musik/Band

Manajemen Suatu Grub Musik/Band

MANAGEMENT BAND

Apa itu manajemen band? Adalah sebuah organisasi yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan band, seperti kontak artis, promosi artis, equipment artis, dll. Manajemen Band dapat disebut sebagai organisasi karena didalamnya terdapat susunan/ hierarki jabatan atau job deskripsi tertentu pada setiap orang yang bergabung dalam manajemen tersebut. Adapun beberapa susunan jabatan dan Job Deskripsinya adalah:

  1. Head Manajer : Orang yang bertugas merancang, mengatur, dan melaksanakan rencana ke depan sebuah band, dan bertanggung jawab terhadap band tersebut.
  2. Road Manajer : Orang yang bertugas membantu head manajer, mengatur ketika berada di lapangan / sebuah event.dan bertanggung jawab terhadap kelancaran dan kebutuhan artis ketika melakukan sebuah pentas.
  3. Stage Manager : Orang yang mengatur segala sesuatu kebutuhan artis ketika akan pentas di panggung, dan juga bertanggung jawab pada kelancaran jalannya pentas artis dipanggung dan dibantu oleh crew equipment.
  4. Crew Equipment : Orang yang bertugas mempersiapkan segala sesuatu peralatan yang digunakan oleh player band, jumlah crew tergantung banyaknya equipment yang digunakan artis.
  5. Sound Engginer : Orang yang bertugas mengatur harmonisasi sound system yang dihasilkan oleh band pada sound out panggung, maupun sound out utama. Sound engginer standartnya ada dua yaitu sound system panggung, dan sound system utama.
  6. Dokumentasi : Orang yang bertanggung terhadap dokumentasi band.

Susunan diatas merupakan adalah susunan minimal dari sebuah manajemen band. Susunan akan bertambah jika intensitas manggung band semakin tinggi dan semakin terkenal, dan juga job deskripsi juga semakin banyak.

PERANAN HEAD-MANAGER

Dalam sebuah manajemen, Head Manajer atau manajer utama atau orang bisa menyebut dengan manajer thok, menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap kemajuan artis. Kemajuan artist tidak hanya diukur dengan banyaknya band manggung, namun salah satunya juga diukur dengan dikenalnya band melalui berbagai bentuk promosi, seperti dalam bentuk profil band, Video Profile, stiker, poster, friendster, website,dll.

MATERI DAN PEMBUATAN LAGU

Nah, salah satu bentuk kerja management dalam menangani band indie supaya bagus adalah dengan didukung dengan manajemen yang bagus, yang bisa berperan di belakang layar demi keberhasilan band tersebut. Manajemen memegang peranan penting buat si band, dan manajemen sebaiknya membuat timeline kerja dan target yang ingin mereka raih. Misalnya, target pertama adalah membuat si band menjadi dikenal orang dalam 1 tahun. 6 bulan mereka mencari job dibayar maupun tidak dibayar. Lalu 6 bulan berikutnya diselingi lagi dengan merekam lagu-lagu mereka.

Setelah materi sudah siap dan band tersebut ingin mengeluarkan materinya sendiri, bikin target lagi, dengan anggapan mereka sudah lumayan dikenal orang, bikin promosi untuk album. Tentuin single pertama. Kalau ada video clipnya lebih bagus lagi. Tentukan target berapa lama single pertama ke single berikutnya. Misalnya 3 bulan. Maka sebelum single pertama harus sudah konsen untuk promo single pertama tersebut. Pergunakan jalur-jalur yang dikuasai. Misalnya lewat jalur internet massanya dah banyak, pakai jalur itu. Sambil ini berjalan, manajemen mulai mikirin buat single berikut biar momennya tetep ada buat si band untuk tetap berkibar di mata dan telinga penikmat music

WAWANCARA DAN PUBLISITAS

Jangan takut buat minta wawancara ke media2x. mereka pasti mau bantuin kok (walaupun ada ada yang langsung minta bayaran). Kalau gak kenal, kenalan aja. Trus minta interview atau review album. Lagipula gak ada salahnya menambah kenalan. Dan kalau main gak dibayar, atau dibayar tidak dengan harga biasanya, kalau itu masih dalam masa promosi sih gak papa, karena kita juga sedang mempromosikan band untuk menjadi lebih diketahui banyak orang, jadi bisa dibilang itulah harga yang didapat supaya kita dikenal orang.

Bisa juga kalau misalnya ada acara tapi kita gak dapat bayaran, tapi kita bisa meminta sesuatu yang lain sebagai pengganti uang. Dalam setiap follow up event, seharusnya si manajer bisa punya bargain yang lebih kuat lagi. Cari tahu dulu itu acara apa, buat siapa, tujuannya apa, acaranya pakai tiket apa gak, dsbnya. Manajer kan bisa minta spot untuk jualan merchandise band di tempat acara, nama band ditaro dengan ukuran yang ‘manusiawi” di poster, flyers, x-banner, baliho, atau media promosi-promosi lainnya si pembuat acara. Bisa juga kalau si pembuat acara kerja sama dengan media-media cetak, radio, tv, internet, si manajer minta supaya bandnya di ekspos di media-media tersebut, diwawancara, atau apa gituh.

Pokoknya si manajer harus berusaha supaya si band itu merasa diuntungkan, jadi si band bisa melupakan rasa capek karena manggung gak dibayar terus, tapi tetep harus keluar buat duit latihan dan bensin, tapi bisa puas karena ada hasilnya karena bisa muncul di media-media. Jadi, kalau ada dalih ”namanya juga band indie”, jangan mau terima itu, karena bakal ngerugiin si band sendiri, that’s just an excuse man! Disitulah saatnya manajer lo harus maju dan membela band kamu.

MEDIA PROMOSI

Mengenai media promosi, sebuah band yang masih baru harus bisa memanfaatkan apa yang ada. Misalkan, karena promosi di media cetak/radio/televisi terlalu mahal, karena biasanya band/artist disuruh membayar karena konteksnya adalah berjualan. Seorang manager pun harus bisa memandang peluang atau meng-akali cara berpromosi yang tidak menghabiskan biaya terlalu banyak. Misalnya adalah memanfaatkan media internet. Di Internet banyak sekali media yang cocok untuk promosi band dan free, seperti social network (Facebook, Friendster, Plurk, Twitter, Myspace, Multiply, Imeem, Youtube), atau official website.

Penggunaan official website dengan domain sendiri adalah untuk menunjukkan image dan kualitas sebuah band agar daya tawar band dimata penikmat musik atau pengguna jasa band/artist (Event Organiser) menjadi lebih. Penggunaan internet untuk media promosi adalah salah satu bentuk dari Viral Marketing. Viral lebih dikenal sebagai metode penyebaran pesan dengan menggunakan teknologi, baik itu internet maupun mobile. Viral erat kaitannya dengan konten. Jika seseorang menerima e-mail atau pesan SMS dari kenalan dan dinilai bermanfaat pula untuk rekan-rekannya, maka dia dapat mengirimkan konten serupa itu ke e-mail atau SMS kerabatnya. Proses penyebaran konten inilah yang dikenal dengan istilah viral.

PLATINOEM BAND

Platinoem Band berformasikan 5 mahasiswa yang berprestasi di bidang akademisi yang mendapatkan beasiswa penuh dari salah satu Universitas Swasta terkemuka yang menyandang peringkat 5 secara nasional di Indonesia, sungguh hal yang sangat unik dan keberuntungan yang sangat luar biasa bagi para personil Platinoem yang tak hanya beasiswa yang diraih, ternyata juga mendapatkan dukungan penuh dari kampusnya dalam hal bermusik hingga mewujudkan mimpi kebanyakkan para musisi untuk melahirkan sebuah karya album, dengan judul yang sama dengan nama kelompok musiknya yaitu Platinoem.

Konsep baru dalam bermusik. Setidaknya, itulah yang ingin ditawarkan Platinoem Band, terdiri lima mahasiswa yang berprestasi di kampusnya. Dalam urusan bermusik, mereka menggandeng Yovie Widianto Music Factory, KAIn entertainment, dan Sony Music Indonesia. Terobosan yang disampaikan juga tergolong unik, yakni featuring aranjer sebagai bintang tamu di dalam albumnya. Dalam album yang juga bertajuk Platinoem, DONNY (Drums), SAM (Lead &  Layer Vocal), CANDRA (Bass & Backing Vocal), MOCEK (Electric Guitar & Backing Vocal) dan ANGGA (Acoustic & Electric Guitar, Backing Vocal) menempatkan Yovie Widianto sebagai aranjer bintang tamu. Yovie juga mempercayakan dua karya ciptanya di re-arrangement dan dibawakan Platinoem Band, yakni Bukan Untukmu dan Biarkanlah. Tak hanya Yovie, aranjer lain juga menjadi bintang tamu di album Platinoem. Mereka antara lain Aria Baron (founder /rif, Gigi, Baron’Soulmates), Ronald (ex Drummer Gigi, DR.PM), Dody Is (Kahitna), dan Diat (Yovie & Nuno). Satu lagi, jika pasar sekarang sedang didominasi band dengan lagu bergenre pop melayu, Platinoem Band tetap mengusung warna musik pop progresif. Mereka berusaha menentang arus dengan caranya sendiri. Unik dan percaya diri.

  1. April 29, 2013 pukul 3:30 am

    Solid post. I study something similar here at University of
    Missouri. It’s really beneficial to learn new things from fellow writers and collect expertise from new sources. I’d love to incorporate some of this material on my own blog (if you don’t mind). Naturally, I’ll provide a hyperlink to %target_domain% on my blog. Kudos for posting.

  2. Mei 1, 2013 pukul 2:48 am

    I like looking through an article that will make
    men and women think. Also, thanks for allowing for me to comment!

  3. Juni 11, 2013 pukul 6:03 am

    Dave is excited by the responses both acts are getting.
    For the bidet example, you may want a short introduction about bidets, leading into
    their various health benefits and concluding with an emphatic argument about how they may improve one.
    If you are looking for specialized supplies for a specific dog breed, these may be
    harder to come by.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: